Skip navigation

Sebuah keputusan oleh gereja Protestan yang hendak memasukkan salah seorang nenek tiri Presiden AS Barack Obama menjadi Kristen telah menerbitkan pergunjingan dari umat Muslim di Kenya.

“Sangat saya sesalkan bahwa pihak gereja harus memaksanya untuk memeluk agama mereka,” kata Sheikh Mohamed Khalifa, mantan sekretaris dewan Imam di Kenya.

Sebuah gereja di wilayah Barat kota, Kisumu, berencana membaptis Mama Sarah, 87, dalam sebuah upacara akbar pada Sabtu, 18 April.

Sarah yang beragama Islam merasa kaget ketika mendapat undangan upacara tersebut, dan memutuskan untuk menolaknya.

“Ketika saya mengetahui bahwa mereka berencana membaptisku, saya menolak untuk datang,” kata Sarah.

 Sarah pernah menjadi “selebriti nasional” kala cucunya, Barack Obama, mengunjungi wilayah tersebut pada 2006 silam.

Rumahnya dipenuhi orang bak tempat wisata sejak Obama yang mantan senator Illinois, terpilih menjadi Presiden AS pertama yang berasal dari golongan kulit hitam pada November lalu.

Obama, yang mengaku sebagai penganut aliran Kristen Trinity, merupakan anak dari seorang ayah Muslim Kenya yang berpindah menjadi Atheist dan seorang ibu Amerika yang tidak pernah belajar agama.

Lahir di Hawaii, Obama tinggal di Indonesia sejak usia 6-10 tahun dengan ibu dan ayah tiri Muslimnya.

Obama juga menjadikan kehidupannya di kalangan Muslim sebagai inspirasi pidatonya sebelum mendatangi Turki beberapa waktu lalu.

“Beberapa warga AS memiliki Muslim dalam lingkungan keluarga mereka, atau tinggal di wilayah dengan mayoritas Muslim, dan saya adalah salah satunya.”

Dan apa yang gereja tersebut lakukan telah memancing kegusaran umat Muslim Kenya.

“Kenapa harus dia? Kenapa tidak sebelum Obama menjadi presiden? Apakah mereka memandangnya sebelum Obama terpilih?,” Imam Khalifa bertanya-tanya.

“Pemerintahan harus mengambil tindakan lebih lanjut dalam menangani bentuk baru penjajahan agama ini,” imbuhnya.

Terdapat lebih dari 10 ribu Muslim dari 36 ribu penduduk Kenya.

“Umat Muslim tidak akan tinggal diam mengetahui salah seorang saudaranya sedang dijajah dan dipaksa oleh kaum Protestan,” Imam Khalifa memperingatkan.

Seorang pastur gereja yang taat bersikeras mereka tidak akan berhenti berusaha “membujuk” Sarah agar memeluk Protestan.

Setiap hari mereka datang ke rumah Mama sarah di Kogelo, memaksa agar dia segera berpindah keyakinan.

“Mama (Sarah) lahir sebagai Muslim dan berharap dapat mati dalam keadaan Muslim pula,” kata seorang putranya, Saidi Obama.

“Dan masalah ini bukanlah masalah yang remeh.”

Dikutip Dari: SuaraMedia.com

One Comment

    • Tri87
    • Posted 10 Juni 2009 at 03:17
    • Permalink

    Obama, jangan paksa eyank dunx.


Komentar ditutup.

%d blogger menyukai ini: